“TERAPI DAUN SIRIH UNTUK
MENGURANGI MINUS PADA MATA“
Kelompok 5
Universitas Sriwijaya
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan
faktor – faktor yang menyebabkan mata minus,cara terapi menggunakan daun sirih
untuk mengurangi mata minus, cara pencegahan agar tidak mengalami mata minus.
Miopia adalah istilah kedokteran untuk rabun jauh. Miopia terjadi karena
memanjangnya sumbu bola mata, sehingga mata berbentuk bulat telur. Pemanjangan
sumbu ini menyebabkan media refraktif sulit memfokuskan berkas cahaya.Daun
sirih mempunyai kandungan senyawa minyak atsiri, flavonoid,tannin, saponin, dan
lain sebagainya. Kegunaan dimasyarakat dipakai untuk tujuan pengobatan pada
hidung berdarah, mulut berbau, mata sakit, radang
tenggorokan. Penyebab mata minus salah satunya karena faktor
genetik, sehingga apabila ayah atau ibu mengalami mata minus maka bisa
menurunkan pada anak-anaknya. Selain itu, juga disebabkan karena terlalu
dekat membaca buku, membaca televisi, main komputer. Pada pengobatan mata minus
dengan menggunakan daun sirih tidaklah sama antara satu orang dengan orang
lainnya. Penggunakan daun sirih untuk mengurangi minus sebaiknya dilakukan pada
mata yang minusnya masih kecil, maksimalnya minus tiga pada penderita. Cara
mencegah yaitu dengan membaca pada posisi yang benar, tidak terlalu dekat saat
menonton televisi, dan tidak terlalu lama didepan layar komputer.
Kata kunci : Terapi, Daun
sirih, Mata minus
Latar
Belakang
Miopia
adalah istilah kedokteran untuk rabun jauh. Suatu keadaan di mana mata mampu
melihat objek yang dekat, tetapi kabur jika melihat objek yang jauh. Secara
termonologis, "myopia" berasal dari bahasa Yunani yang berarti
menyipitkan mata. Penderita kelainan ini selalu menyipitkan mata untuk melihat
lebih jelas objek yang jauh letaknya. Itulah salah satu karakteristik utama
penderita miopia.
Saat
ini sudah banyak orang berkacamata. Banyak tipe orang yang berkacamata, ada
yang berkacamata karena menghindari melihat langsung dengan matahari, ada yang
berkacamata karena gaya, dan ada yang berkacamata karena memang harus memakai
kacamata disebabkan kelainan mata seperti,
minus, plus, atau silinder. Kebanyakan orang memakai kacamata karena kelainan
mata tersebut.
Daun
sirih memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan, untuk mencegah dan
mengobati penyakit.Dalam farmakologi China, sirih dikenal sebagai tanaman yang
memiliki sifat hangat dan pedas. Mereka menggunakan daun sirih untuk meluruhkan
kentut, menghentikan batuk, mengurangi peradangan, dan menghilangkan gatal. Di
India, daun sirih dikenal sebagai zat aromatik yang menghangatkan, bersifat
antiseptik. Daun yang memiliki kandungan minyak astiri, yaitu kadinen, kavikol,
sineol, eugenol, dan karvakol. Minyak astiri dari daun sirih mengandung
seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak yang memiliki kemampuan untuk
mematikan kuman dan sebagai antioksidasi dan juga sebagai anti jamur.
Berdasarkan latar belakang
tersebut maka artikel konseptual ini disusun agar pembaca atau masyarakat
memperoleh pengetahuan dan informasi tentang manfaat atau khasiat dari daun
sirih untuk mengobati mata minus. Pengetahuan ini diharapkan mampu mengurangi
masalah mata minus pada masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menggunakan
alat bantu baca seperti kacamata. Artikel ini juga memberikan tentang informasi
mengenai faktor yang menyebabkan terjadinya mata minus serta cara-cara untuk
mencegah terjadinya mata minus tersebut.
Tujuan dari artikel
konseptual ini adalah untuk: 1) menjelaskan faktor – faktor yang menyebabkan
mata minus. 2) menjelaskan cara terapi menggunakan daun sirih untuk mengurangi
mata minus. 3) menjelaskan cara pencegahan agar tidak mengalami mata minus.
Sedangkan manfaatnya
sendiri yaitu untuk : 1) untuk mengetahui faktor – faktor yang menyebabkan mata
minus. 2) untuk mengetahui cara terapi menggunakan daun sirih. 3) untuk
mengetahui cara pencegahan agar tidak mengalami mata minus.
Pengertian miopia dan manfaat daun sirih
Miopia berasal dari bahasa Yunani yang artinya “
pandangan dekat”. Ini karena kerusakan mata yang menghasilkan fokus pandangan
di depan retina.
Mata minus atau miopia merupakan
gangguan penglihatanyang terjadi akibat tidak sempurnanya bayangan benda yang
diterima oleh saraf – saraf penglihatan untuk disampaikan ke otak. Pada orang
miopia, bentuk bola mata terlalu lonjong atau kornea terlalu melengkung
sehingga bayangan benda yang masuk ke mata menjadi tidak fokus. Bayangan benda
jatuh di depan retina, daerah sensitif pada mata sehingga menyebabkan
penglihatan menjadi kabur.
Miopia
terjadi karena memanjangnya sumbu bola mata, sehingga mata berbentuk bulat
telur. Pemanjangan sumbu ini menyebabkan media refraktif sulit memfokuskan
berkas cahaya. Sejalan dengan memanjangnya sumbu bola mata, derajat miopia
bertambah. Pada usia anak-anak sampai remaja, proses pemanjangan bola mata
dapat merupakan bagian dari pertumbuhan tubuh. Pertambahan derajat miopia
membutuhkan kacamata yang kian berat derajat kekuatannya. Karena itu,
penderita, penderita pada usia 20-40 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan
setiap 6 bulan.
Pada
rabun jauh (miopia atau mata minus) sumbu mata terlalu cembung, sehingga
bayangan benda jatuh di depan retina. Akibatnya, benda yang jauh tidak terlihat
jelas. Tanpa kacamata, penderita rabun jauh akan mengalami sakit kepala dan
nyeri pada mata.Penderita Myopia bisa melihat benda dari jarak dekat dengan
jelas. Namun pada jarak jauh benda tampak kabur sehingga membuat kepala menjadi
pusing. Jika seseorang merasa pusing ketika melihat tulisan di papan tulis di
ruangan dan pandangannya kabur,
kemungkinan dia menderita Myopia.
Gejala
mata minus adalah kepala nyeri berdenyut terutama bagian depan, bola mata perih
dan berat, terasa seperti mau keluar dan air mata meleleh berlebihan. Keadaan
ini biasanya membaik bila mata diistirahatkan atau dengan minum obat antinyeri.
Tapi sering kali kambuh beberapa waktu kemudian.
Tipe Miopia, yaitu :
1. Miopia
aksial
Bertambah
panjangnya diameter anteroposterior bola mata dari normal. Pada orang dewasa
panjang axial bola mata 22,6 mm. Perubahan diameter anteroposterior boala mata
1 mm akan menimbulkan perubahan refraksi sebesar 3 dioptri.
2. Miopia
kurfatura
Kurfatura
dari kornea bertambah kelengkungannya, misalnya pada keratokonus dan kelainan
kongenital. Kenaikan kelengkuangan lensa bisa juga menyebabkan miopia
kurvatura, misalnya pada stadium intumesen dari katarak. Perubahan kelengkungan
kornea sebesar 1mm akan menimbulkan perubahan refraksi sebesar 6 dioptri.
3. Miopia
indeks refraksi
Peningkatan
indeks bias media refraksi sering terjadi pada penderita diabetes melitus yang
kadar gula darahnya tidak terkontrol.
4. Perubahan
posisi lensa
Perubahan
posisi lensa ke arah anterior setelah tindakan bedah terutama glaukoma
berhubungan dengan terjadinya miopia.
Berdasarkan tingginya
dioptri, miopia dibagi menjadi :
1. miopia
sangat ringan, dimana miopia sampai dengan 1 dioptri.
2. miopia
ringan, dimana miopia antara 1 – 3 dioptri.
3. Miopia
sedang, dimana miopia antara 3 – 6 dioptri.
4. Miopia
tinggi, dimana miopia antara 6 – 10 dioptri.
5. Miopia
sangat tinggi, dimana miopia > 10 dioptri.
Diperkirakan
penderita myopia antara 800 juta hingga 2,3 milyar (ini karena jarang ada yang
merasa menderita myopia). Di negara-negara seperti Cina, India, dan Malaysia,
41% dari orang dewasa menderita myopia hingga -1.00. Terlampau sering membaca,
apalagi dengan jarak yang terlalu dekat hingga cahaya yang terlalu gelap dapat
menyebabkan anak menderita myopia. Begitu pula berbagai pekerjaan yang
mengharuskan melihat benda dari jarak dekat seperti menjahit. Sebaliknya
bermain atau olah raga di luar selama 2-3 jam dengan paparan sinar matahari
(idealnya pagi) bisa mengurangi kemungkinan penyakit myopia.
Para
peneliti Australia menyimpulkan bahwa paparan pada sinar matahari bermanfaat
untuk membatasi pertumbuhan bola mata yang bisa menyebabkan Myopia atau Rabun
Jauh. Mereka membandingkan anak-anak dari negara maju seperti Australia dan
Singapura. Anak-anak Singapura yang rata-rata hanya menghabiskan waktu 30 menit
di luar rumah ternyata 90% mengidap Myopia sehingga harus memakai kacamata baik
secara permanen atau pun temporer. Sementara anak-anak Australia yang
menghabiskan waktu 2-3 jam untuk bermain di luar rumah hanya 20% yang menderita
Myopia. Paparan sinar matahari di luar rumah bisa menambah dopamine pada mata
yang dapat mencegah miopia atau rabun jauh.
Salah satu tumbuhan yang termasuk dalam daftar tumbuhan tradisional Indonesia adalah sirih (Piper betle L.). sirih dikenal sebagai tumbuhan perdu, merambat ( Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991 ; Kumalaningsih Sri, 2006). Daun sirih (Piper betle L.) mempunyai kandungan senyawa minyak atsiri, flavonoid,tannin, saponin, dan lain sebagainya. Kegunaan dimasyarakat dipakai untuk tujuan pengobatan pada hidung berdarah, mulut berbau, mata sakit, radang tenggorokan ( Sudarsono, 1996).
Salah satu tumbuhan yang termasuk dalam daftar tumbuhan tradisional Indonesia adalah sirih (Piper betle L.). sirih dikenal sebagai tumbuhan perdu, merambat ( Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991 ; Kumalaningsih Sri, 2006). Daun sirih (Piper betle L.) mempunyai kandungan senyawa minyak atsiri, flavonoid,tannin, saponin, dan lain sebagainya. Kegunaan dimasyarakat dipakai untuk tujuan pengobatan pada hidung berdarah, mulut berbau, mata sakit, radang tenggorokan ( Sudarsono, 1996).
Faktor
– faktor yang menyebabkan mata minus.
Penyebab mata minus salah satunya karena faktor
genetik, sehingga apabila ayah atau ibu mengalami mata minus maka bisa
menurunkan pada anak-anaknya. Selain karena keturunan, mata minus juga bisa
disebabkan kebiasan-kebiasaan yang kurang baik antara lain:
1.
Terlalu dekat membaca buku, membaca televisi,
main komputer. Hal ini memaksakan mata sehingga dapat merusak.
2.
Terlalu lama beraktivitas pada jarak pandang
yang sama.
3.
Tinggal di tempat yang penuh sesak.
4.
Membaca sambil tidur-tiduran, membaca di
tempat yang gelap, menatap sumber cahaya terang langsung.
5.
Terlalu lama mata berada di balik media
transparan seperti terlalu lama memakai helm yang berkaca,
6.
Kekurangan gizi yang dibutuhkan mata yaitu
Vitamin A, betakaroten dll.
7.
Polamakan yang tidaksehatjugapolutan di
udara.
Cara
terapi menggunakan daun sirih untuk mengurangi minus pada mata.
Pada pengobatan mata minus
dengan menggunakan daun sirih tidaklah sama antara satu orang dengan orang
lainnya. Pengobatan mata minus juga dapat dilakukan dengan pemijatan khusus
pada syaraf mata. Berikut adalah langkah – langkah untuk melakukan terapi
menggunakan daun sirih, antara lain :
1) Ambillah
selembar daun sirih yang sudah tua.
2) Kemudian,
daun sirih tersebut dilipat menjadi empat bagian lipatan.
3) Bagian
yang berbentuk tulang berada diluar.
4) Kemudian
tempelkan pada mata dan kunci menggunakan plaster agar tidak jatuh dan biarkan
selama semalaman.
Terapi ini baik dilakukan pada malam hari, karena daun
sirih dapat mengangkat kotoran pada mata serta dapat mengurangi minus pada
mata. Penggunakan daun sirih untuk mengurangi minus sebaiknya dilakukan pada
mata yang minusnya masih kecil, maksimalnya minus tiga pada penderita. Terapi
ini membutuhkan waktu lama untuk benar – benar minus pada mata itu berkurang.
Cara
mencegah dan menghindari agar mata tidak minus.
a. Tidak
menonton televisi terlalu dekat.
b. Tidak
bermain komputer terlalu lama.
c. Tidak
bermain game terlalu dekat dan lama.
d. Membaca
dengan jarak dan posisi yang benar. Jarak aman membaca kurang lebih 30 cm.
e. Hindari
debu dan solusi.
f. Makan-makanan
bergizi, berserat dan bervitamin A.
g. Banyak
memandang pemandangan alam yang hijau dan laut yang luas.
h. Dengan
melakukan pijatan pada daerah sekitar mata.
i. Pemijatan
khusus pada syaraf mata.
j. Melihatbenda
yang bergerakjugamembantumelemaskanototmata.
k. Melakukan gerak gerik mata/senam mata setiap pagi sebelum melakukan aktifitasberat secara rutin dan dilakukan secara perlahan.
Simpulan
Ada
banyak faktor – faktor yang menyebabkan mata minus sehingga mengganggu
penglihatan seseorang. Mata minus dapat diobati dengan terapi yang menggunakan
daun sirih.daun sirih memiliki kandungan minyak astiri, yaitu kadinen, kavikol,
sineol, eugenol, dan karvakol. Minyak astiri dari daun sirih mengandung
seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak yang memiliki kemampuan untuk
mematikan kuman dan sebagai antioksidasi dan juga sebagai anti jamur.apabila
mata terkena debu juga dapat dicuci dengan daun sirih. Terapi daun
sirih memerlukan waktu yang lama untuk orang yang minusnya banyak atau tinggi.
Terapi daun sirih sangat cocok digunakan pada waktu malam hari. Oleh karena itu
perlu berbagai cara untuk mengurangi atau mencegah agar tidak terjadi atau mengalami
mata minus karena mata minus juga bisa disebabkan karena turunan.
Daftar Pustaka
Anonim..
2009. Tema antioksidan dalam sediaan obat, kosmetik, makanan dan minuman.
Proceeding seminar nasional farmasi tahun 2000. Semarang : Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi
( Stifar), 30 Mei.
Anonim.
2009 .Kandungan Metanol Pada Daun Sirih Sebagai Anti-oksidan. Jurnal FMIPA vol.
32.Semarang .
Ilyas
S, Tanzil M, Salamun dkk. Sari Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Balai Penerbit
FKUI, 2003:5.
Irwana,
Olva.dkk.2009. Miopia Tinggi. Riau : Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Jain
IS, Jain S, Mohan K. The Epidemiology of High Miopia-Chanding Trends.http://www.ijo.in-jain. [diakses
tanggal 18 Desember 2013].
Tanjung
H. Perbedaan Rata-rata Rigiditas Okuler pada Miopia dan Hipermetropia di RSUP
H. Adam Malik Medan. Medan: USU Digital Library, 2003:2-3.
Widodo,
Agung dan Prilia T. 2007.Miopia Patologi.Jurnal Oftalmologi Indonesia Vol.
5, No.1